Nasi Liwet Plus Teri Medan
Sulha Handayani, Kontributor INILAH.COM

Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan nasi liwet. Tapi nasi liwet dengan selingan teri Medan, mungkin hanya ditemukan di nasi liwet kastrol ini.
Beras dicampur teri Medan dan bumbu, lalu dimasak dengan cara diaron di dalam panci. Rasanya lebih nikmat ketimbang nasi liwet biasa. Apalagi disantap saat nasi panas, hmmm… nikmat.
Tanpa mencampurkan lauk pauk lainnya, nasi kastrol ini sudah memenuhi selera makan Anda Terbayangkan jika disantap saat siang hari atau malam hari, terasa nikmat dan rasanya benar-benar memuaskan hati.
Jika ingin rasa yang lebih bervariasi, Anda bisa mencampurkannya dengan ayam goreng, tahu goreng, sambal, atau gurame goreng.
Anda ingin mencicipinya? Hidangan ini dapat Anda temukan di Restoran Karasa Jalan Gatot Subroto, Bandung.
Enggan mencicipi nasi kastrol, banyak menu lainnya yang bisa memenuhi selera makan Anda, antara lain nasi bakar komplit, gurame goreng, tumis cumi hitam, iga sapi lada hitam, sate sapi karasa, hingga tumis paria.
“Restoran kami tidak hanya menyajikan makanan Indonesia, melainkan makanan Eropa. Kami hadir dengan harapan akan menambah rute bagi dining adventurer dan merupakan tempat tujuan bagi pengunjung wisata ke Bandung,” ujar Lina Marlina, pemilik Restoran Karasa Indonesia.
Restoran ini menyajikan makanan dan minuman khas perpaduan cita rasa masakan rumahan dengan penampilan bergaya artistik yang diolah oleh para ahli di bidangnya dan berpengalaman.
Dengan penyajian yang dapat menarik selera juga rasanya pun tidak kalah nikmat. Hal itu benar terlihat ketika menu nasi liwet kastrol terhidang, kebulan asap dari nasi kastrol dan lauk pauknya tidak terasa sudah membuat air liur menetes.
Belum lagi ikan goreng mujair, dicolek dengan kecap yang telah dicampur dengan irisan bawang dan cabai rawit. Atau jika ingin lebih menantang, tersedia sambal terasi yang juga rasanya benar-benar memuaskan.
Anda suka paria? Tidak salah lagi jika mencicipinya. Di restoran ini, tumis parianya memang berbeda, selain tidak ada rasa pahit dari paria juga rasanya dan asinnya pas di lidah.
Belum lagi jika Anda mencicipi ikan peda saos cengek. Ikan peda yang asin dibakar lalu dicampur dengan cabai rawit ini pun membuat selera makan Anda semakin tinggi. Pedas dan panas memang pas.
Menyantap menu Sunda memang enak ketika siang bolong saat terik panas matahari. Tapi tetap enak juga ketika Anda mencicipinya saat malam, apalagi suasana restoran yang nyaman ditambah dengan alunan grup band. Beberapa lagu memori pun akan menghibur Anda.
Hampir semua menu ini sesuai nama restorannya, rasanya benar-benar karasa (kerasa) di hati dan lidah. [ dari: inilah.com]
Filed under: Wisata Kuliner